Ambon, 26 November 2025 – Malam yang penuh dengan keindahan seni dan kebhinekaan sukses digelar oleh SMP Negeri 13 Ambon dalam Pagelaran Tari dan Musik bertajuk "Spentilas: Merajut Budaya Nusantara dalam Gerak dan Irama". Acara yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, di halaman sekolah tersebut, berhasil menyedot perhatian tamu undangan, orang tua, dan masyarakat.
Pagelaran yang dimulai pukul 19.00 WIT ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F. F Tasso., M.Si beserta staf, serta Pengawas SMP Negeri 13 Ambon, menandakan pentingnya acara ini dalam memupuk kecintaan pada budaya Indonesia sejak dini.
Acara dibuka dengan penyambutan hangat bagi para tamu kehormatan, diiringi oleh alunan gerak lembut Tari Lenso khas Maluku. Setelahnya, prosesi pembukaan dimulai dengan laporan dari Ketua Panitia, Ibu Novalean Mailopuw, yang memaparkan tujuan pagelaran sebagai wadah kreativitas dan pelestarian budaya. Acara pagelaran tari dan musik ini sepenuhnya didanai oleh dana BOS kinerja prestasi yang diperoleh SMP Negeri 13 Ambon.
Sambutan hangat disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Ambon, Yandiana Teresia Plating, S.Si., yang dalam pidatonya menekankan pentingnya seni sebagai perekat bangsa dan media pendidikan karakter. Kemeriahan makin terasa dengan penampilan merdu Paduan Suara Guru yang memukau seluruh hadirin.
Sebelum resmi membuka acara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F. F Tasso., M.Si, memberikan sambutan sekaligus apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kerja keras seluruh keluarga besar SMP Negeri 13 Ambon. Dengan diawali petikan ukulele yang khas, beliau secara resmi membuka pagelaran seni malam itu.
Selanjutnya, panggung seni SMP Negeri 13 Ambon seakan menjelajahi seluruh pelosok Indonesia. Penonton dibawa dari timur Indonesia dengan Tari Papua yang energik, dihibur oleh penampilan Band Sekolah dengan lagu "Rumah Kita", dan diajak menyelami kekayaan budaya melalui Tari Tanimbar dan Tari Kalimantan.
Malam itu semakin berwarna dengan pertunjukan Bertutur Cerita Tanjung Menangis, cerita legenda dari Sumbawa, Nusa tenggara barat. Kemudian suasana magis Bali hadir melalui Tari Kecak. Eksplorasi budaya berlanjut ke Sumatera Utara dengan Tari Tor-Tor yang khidmat.
Tidak hanya seni tari dan musik, pagelaran juga menampilkan sisi lain bakat siswa melalui Penampilan Anggota Ekstrakurikuler Karate yang penuh semangat. Momentum kebanggaan sekolah tercipta saat Pemberian Piagam Penghargaan bagi peserta didik yang berprestasi di bidang Taekwondo dan Karate.
Perjalanan budaya dilanjutkan dengan Tari Mapadendang dari Makassar yang gagah dan Tari Sirih Pinang dari NTT yang penuh makna. Semangat kebangsaan kembali berkumandang melalui penampilan Band Sekolah yang membawakan lagu "Pancasila Rumah Kita".
Keanggunan Tari Jawa, kekompakan Tari Aceh, dan keceriaan Tari Jali-Jali dari Jakarta semakin melengkapi kemeriahan rajutan budaya Nusantara. Acara pun ditutup dengan penuh hikmat melalui lagu "Indonesia Pusaka" yang dibawakan oleh band Sekolah, mengingatkan semua akan kecintaan pada tanah air.
Malam yang sukses dan berkesan itu diakhiri dengan sesi foto bersama antara seluruh peserta, guru, tamu undangan, dan Kepala Dinas Pendidikan, sebagai bukti kebersamaan dalam merayakan keindahan Indonesia.
Pagelaran "Spentilas" ini tidak hanya menjadi ajang pentas seni, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat pelestarian budaya dan persatuan dalam keberagaman yang diusung oleh generasi muda SMP Negeri 13 Ambon.