SMP Negeri 13 Ambon, sebagai salah satu satuan pendidikan yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, memiliki struktur kurikulum yang dirancang untuk mengembangkan potensi peserta didik secara holistik, mencakup kompetensi dan karakter, sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila. Berikut adalah gambaran umum struktur kurikulum yang diterapkan:
Kegiatan pembelajaran intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran reguler yang dilakukan di dalam kelas untuk setiap mata pelajaran. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran ini dirancang agar lebih mendalam, tidak terburu-buru, dan fokus pada pemahaman konsep serta penguatan kompetensi esensial Alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran diatur sedemikian rupa agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila.
SMP Negeri 13 Ambon akan merancang dan melaksanakan beberapa proyek P5 dalam satu tahun ajaran. Tema-tema proyek ini biasanya dipilih dari tema-tema yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek (misalnya, Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI, dan Kewirausahaan). Pelaksanaan P5 bersifat fleksibel, lintas disiplin ilmu, dan kontekstual dengan lingkungan sekolah serta kebutuhan peserta didik di Ambon. Alokasi waktu untuk P5 biasanya sekitar 20-30% dari total jam pelajaran intrakurikuler per tahun.
Selain kegiatan intrakurikuler dan P5, SMP Negeri 13 Ambon juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi peserta didik di luar jam pelajaran formal. Pilihan ekstrakurikuler dapat beragam, seperti:
Penilaian dalam Kurikulum Merdeka bersifat formatif dan sumatif. Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran untuk memantau kemajuan belajar siswa dan memberikan umpan balik. Asesmen sumatif dilakukan pada akhir periode pembelajaran untuk mengukur pencapaian kompetensi. SMP Negeri 13 Ambon menggunakan berbagai teknik asesmen yang relevan dan tidak hanya terpaku pada tes tertulis.